News  

Jalan Propinsi Sereale – Pangala TERTUTUP LONGSOR, Masyarakat dan Pengendara Keluhkan Lambatnya Penanganan Pemerintah

TORAJA TIMES.NET – TORAJA UTARA | Longsor terjadi di ruas jalan poros Sereale-Pangala, Lembang Sereale, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Rabu dini hari sekitar pukil 04.00 Wita (jam 4 subuh).

Longsor dari ketinggian sekitar 10 meter dari tebing menutup seluruh badan jalan, sehingga arus lalulintas kendaraan tidak dapat melintas.

Wartawan Toraja Times saat di lokasi longsor bersama Babinsa Lembang Sereale, Marten T mengatakan bahwa kejadian longsor ini sekitar pukul 04 subuh (pagi).

Ditanyakan bahwa apakah ada korban jiwa, Marten menjelaskan bahwa kami belum tau persis apakah ada korban yang tertimbun dari longsor tanah dan batuh besar menutupi seluruh badan jalan. “Karena kejadiannya subuh, seperti biasa kalau subuh masyarakat dan pedagang seperti penjual sayur dan ikan dari Rantepao selalu menjual dagangannya dipasar Ke’pe Kecamatan Kapala Pitu dan pasar pangala Kecamatan Rindingallo.

Jadi kami belum tau, apakah ada kendaraan yang melintas pada saat terjadi longsor, karena tanah yamg menutup badan jalan setinggi kurang lebih 4 meter, ya setinggi batu besar itu,”ucap Marten T Babinsa Lembang Sereale.

Hal yang sama di sampaikan Kepala Lembang Sereale, Antonius Randalayuk, SH bahwa informasi yang didapatkan bahwa kejadian longsor terjadi sekitar jam 4 subuh.

Kepala Lembang Sereale, Antonius Randalayuk sudah melaporkan secara tertulis ke Kantor BPBD Toraja Utara terkait adanya lonsor di jalan poros sereale. Namun alat berat yang berada di kantor BPBD Toraja Utara bermasalah.

Ditambahkan bahwa untuk membuka kembali badan jalan di butuhkan alat berat karena timbunan longsor yang menutup badan jalan setinggi kurang lebih 4 meter belum lagi batu besar, tidak dikerjakan secara manual,”ucap Antonius.

Camat Tikala, Yunus Mantirri yang berada di lokasi longsor mengatakan bahwa dengan terjadinya longsor berat ini karena di sebabkan adanya hujan deras sejak beberapa hari ini, sehingga tanah yang ada di tebing jalan ruas poros ini labil dan mengakibatkan batu besar yang betada di pinggir jalan ikut bersama tanah dari atas, sehingga ada sekitar 10 meter badan jalan putus total karena menutup badan jalan.

Dengan putusnya ruas jalan ini, para pengendara mengambil jalan alternatif yang berdekatan terjadinya longsor. Karena akses jalan satu-satunya untuk menuju kapalapitu dan pangala harus lewat jalan setapak atau jalan dusun papadanan lembanh sereale.

“Untuk jalan alternatif atau jalan setapak sangat kecil dan licin, ini juga sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas. Saya selaku aparat pemerintah kecamatan Tikala menghimbau agar masyarakat mencari jalan alternatif lainnya, ini untuk mencegah kemacetan dan juga mencegah adanya longsor susulan,”ungkap Yunus Mantirri.

Camat Tikala berharap agar dinas terkait segera membantu kami untuk membuka kembali akses ruas jalan Sereale-Kapalapitu-Pangala. “Mengingat jalan ini adalah jalan satu-satunya untuk menuju ke Pangala, jadi penanganannya harus cepat karena jangan sampai terjadi hujan lagi , ini tanah yang ada diatas bisa di gerus air akhirnya amlas semua dari atas,”tutur Camat Tikala.

“Kita lihat sekarang masyarakat dan kepala lembang sereale bersama Babinsa membersihkan dan mengangkat patahan-patahan kayu, bambu dan tanah yang ada. Untuk pemindahan batu besar dan tanah setinggi 4 meter yang menutup badan jalan, kita menunggu dari instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dari BPBD Propinsi karna jalan ini adalah jalan Propinsi,”tutup Yunus Mantirri Camat Tikala Kabupaten Toraja Utara kepada wartawan Toraja Times.

Kepala Dusun Sereale dan pengendara yang terjebak longsor meminta pemerintah untuk segera membuka kembali jalan ini. Harusnya begitu dengar ada bencana longsor, pemerintah atau instansi terkait harus bergerak cepat jangan menunggu, karena jalan poros ini jalan yang menghubungkan berapa kecamatan.

Diketahui bahwa ruas Jalan Poros Sereale- Pangala merupakan jalan poros Propinsi menuju Propinsi Sulawesi Barat. (*)

Penulis : Eno
Editor  : Oki