Ketua Umum BPS Gereja Toraja Minta Pemprov Sulsel Masukkan Agenda Tahunan Festival Sungai Sa’dan

TORAJA TIMES.com – Toraja Utara | “Mengalirlah Sungai Air Kehidupan” itulah Tema atau takeline dari Festival Sugai Sa’dan yang digelar selama 4 hari mulai Rabu-Sabtu, 10 -13 April 2024 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Gereja Toraja.

Saat di temui di lokasi Festival Sungai Sa’dan, Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Anggui, M.Th berharap Festival Sungai Sa’dan bisa menjadi agenda tahunan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Harapan ini disampaikan Pdt. Alfred Anggui di sela-sela kegiatan Festival Sungai Sa’dan I yang berlangsung di To’barana’, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara, Jumat, 12 April 2024.

“Ya, kami berharap, festival ini bisa terus membangkitkan kecintaan kita terhadap sungai dan menarik perhatian besar dari pemerintah untuk betul-betul menjaga, merawat sungai kita agar bisa memberikan kehidupan dan kesejahteraan untuk masyarakat Toraja dan Sulawesi Selatan. Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memasukkan salah satu program atau agenda tahunan Festival Sungai Sa’dan ini.
“Bukan tanpa alasan, Sungai Sa’dan yang berhulu di Karonanga Sa’dan Ulusalu, Toraja Utara sudah ribuan tahun memberikan kehidupan bagi masyarakat di 5 kabupaten di Sulawesi Selatan. Seperti, Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, Sidrap, dan Pinrang,” ungkap Ketua Umum BPS Gereja Toraja.

Dia juga menyampakan bahwa ternak kita hidup dari sungai ini, sawah-sawah kita dialiri sungai ini. Sungai ini memberikan kita kehidupan. Untuk itu, kewajiban kita adalah menjaga, memelihara, serta melestarikannya,” tutur Pdt. Alfred.

“Itu sebabnya, menjadi kewajiban pula bagi pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk membangkitkan animo masyarakat memelihara sungai, membuat regulasi yang mengikat semua masyarakat di daerah aliran sungai, dan membantu daerah hulu menghijaukan serta melestarikan hutan, sehingga air tak berhenti mengalir.

Ketua Umum BPS Gereja Toraja menyampaikan bila perlu nanti tuan rumah Festival Sungai Sa’dan kita gantian; misalnya tahun ini di Toraja Utara, tahun depan di Pinrang, dan seterusnya. Ini kita butuh campur tangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, karena sungai ini mengaliri lintas kabupaten,” terang Pdt. Alfred.

Gereja Toraja sebagai salah satu organisasi gereja terbesar di Sulawesi Selatan, kata Pdt. Alfred, sudah memulai momentum ini. Kampanye ini diharapkan terus berlangsung dari hari ini hingga selamanya.

Menurutnya, Gereja Toraja dalam merayakan momentum ulang tahun ke-77 tahun 2024, memfokuskan perayaan itu pada kampanye pelestarian Sungai Sa’dan, sebagai ungkapan syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah diberikan sungai yang sangat luar biasa ini.
“Air adalah sumber kehidupan. Kita harus mensyukurinya. Di momen ulang tahun ke-77 ini kita memang fokus ke kampanye pelestarian Sungai Sa’dan, yang telah memberikan kita kehidupan selama ini,” ujar Pdt. Alfred Anggui.

Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya Ibadah Raya, Fun Rafting, Lomba Membuat dan Menghias Rakit, Lomba Menggambar dan Mewarnai, Dance on the River, Camping Ceria, Music on The River Side, Coaching Clinic, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Panitia Festival Sungai Sa’dan 2024, Dr. Isak Pasulu bahwa Festival Sungai Sa’dan ini bisa menjadi pemicu gerakan bersama untuk menjaga, melestarikan, dan memberdayakan Sungai Sa’dan. Pemicu dalam artian bahwa gerakan yang dimulai di Toraja Utara ini bisa diikuti oleh daerah-daerah sepanjang aliras DAS Sa’dan, serta daerah-daerah pemanfaat air Sungai Sa’dan.
“Ia berharap bahwa kampanye ini bisa menggerakkan semua masyarakat di DAS Sa’dan, mulai dari Tana Toraja, Enrekang, Sidrap, Pinrang, dan beberapa daerah lainnya,”pungkas Isak Pasulu. (*)

Penulis : Eno
Editor   : Rahmad