Puluhan Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor di Palangka Tana Toraja Masih Mengungsi

TORAJA TIMES.com – Tana Toraja | Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 74 orang masih bertahan di pengungsian. Mereka merupakan warga terdampak bencana alam tanah longsor di Dusun Palangka, Kelurahan Manggau, kecamatan Makale, Tana Toraja, yang terjadi pada Sabtu, 13 April 2024.

Para warga terdampak longsor ini mengungsi di beberapa rumah milik warga lain yang lokasinya lebih aman.

Kementerian Sosial, BNPB, dan Pemda Tana Toraja telah mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan pengungsi.

Sejauh ini, belum ada informasi sampai kapan para korban terdampak tanah longsor ini akan bertahan di pengungsian.

Menurut data yang diperoleh dari Pemda Tana Toraja, jumlah korban meninggal dunia pada dua lokasi tanah longsor, yakni di Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale dan Pangra’ta, Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, sebanyak 20 orang. Rinciannya, 16 orang di Palangka dan 4 orang di Pangra’ta.

Sedangkan korban luka-luka dan saat ini masih dirawat di dua rumah sakit di Tana Toraja, RSUD Lakipadada dan RS Sinar Kasih sebanyak 3 orang.

Selain korban jiwa dan luka-luka, bencana alam tanah longsor pada Sabtu, 13 April 2024 malam itu, juga merusak dan menimbun 7 unit rumah milik warga. 6 rumah di Palangka dan 1 rumah di Pangra’ta.

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, menyatakan pemerintah akan merelokasi sekitar 20 unit rumah warga di sekitar lokasi longsor, yang dinilai rawan terdampak longsor susulan. (*)

Penulis : Eno
Editor   : Rahmad