Judi Togel Marak di Toraja Utara, Ketua LSM LPRI Desak Kapolres Tangkap Bandar Berinisial TG dan FAN
TORAJA UTARA, TORAJA TIMES.com | Maraknya perjudian togel di Kabupaten Toraja Utara memicu desakan warga agar Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto dan pemerintah daerah bertindak tegas.
Desakan ini disampaikan Ketua Umum LSM Lembaga Pilar Rakyat Indonesia (LPRI), Rasyid Mappadang dan salah seorang tokoh agama yang enggan di sebutkan namanya pada, Rabu (21/1/2026). Menurutnya, segala bentuk perjudian bukan cara mensejahterakan masyarakat, melainkan candu yang bisa merusak kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas.
Rasyid menegaskan bahwa sebagai Lembaga Anti Perjudian, kami meminta bapak Kapolres Toraja Utara menindak tegas dan menangkap bandar togel berinisial TG dan FAN yang selama ini menjalankan perjudian togel atau kupon putih ini. “Dan apabila judi togel ini tidak di tindak pelakunya, maka kami akan melaporkan ke Polda Sulsel,” terang Rasyid, Ketua LSM LPRI.
“Kapolres sebagai pimpinan tertinggi di Kabupaten Toraja Utara harus menjalankan visi-misi Polri: menegakkan hukum secara objektif, proporsional, transparan, dan akuntabel, serta menciptakan rasa keadilan. Terlebih dalam memberantas perjudian yang merusak sendi-sendi kehidupan, masa depan anak bangsa, dan ekonomi menengah ke bawah,” tegas Rasyid.
Ia menambahkan, Kapolres juga harus mengawasi personel agar tidak membekingi praktik perjudian. “Jika terbukti ada oknum yang melindungi, diminta untuk ditindak tegas,” tambahnya.
Bupati Didesak Ambil Sikap
Selain itu, salah satu tokoh agama yang enggan disebutkan namanya menekankan peran pemerintah daerah. Menurutnya, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong harus aktif menyuarakan penutupan perjudian togel agar tidak lagi beredar di Toraja Utara.
“Memerangi judi sama seperti memerangi narkoba. Pemerintah harus berada di tengah masyarakat. Jika tidak, patut dipertanyakan apakah judi justru diizinkan melekat di masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti target praktik togel yang menimpa anak usia 15 tahun ke atas, yang menurutnya telah menjadi masalah serius tanpa perhatian pemerintah. Ia mendesak agar Polda Sulsel turun tangan bila pemerintah daerah dinilai lamban menindak.
“Masyarakat dan umat beragama juga harus menutup hati dan menghentikan kegiatan perjudian. Jalan mensejahterakan hidup adalah melalui kerja keras, ikhlas, dan tulus dalam profesi masing-masing,”ungkapnya.(*)
Editor : Redaksi/Eno

Tinggalkan Balasan