Pembangunan Jembatan Ne’ Gandeng Malakiri Selesai, Ada Ornamen Lampu, Aktivitas Kendaraan Sudah Bisa Melintas
TORAJA UTARA, TORAJA TIMES.com | Proyek Pengerjaan jembatan rangka baja Ne’ Gandeng Malakiri Lembang Palangi telah rampung dan bisa dilalui kendaraan. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, aktivitas kendaraan roda dua dan roda empat sudah bebas melintas.
Berdasarkan pantauan media toraja times, Sabtu (24/1/2026) jembatan rangka baja Ne’ Gandeng Malakiri dicat merah menyala dengan dipasang ornamen lampu diatas rangka baja untuk memberikan penerangan di waktu malam.

Di sudut-sudut kedua sisi jembatan juga dipasang tiang lampu sehingga secara keseluruhan di sekitar area masuk jembatan penuh dengan penerangan cahaya lampu. Ini dipasang agar kendaraan yang melintas dan warga pejalan kaki diwaktu malam tidak ada hambatan.
Jembatan rangka baja ne’ Gandeng terlihat kokoh, sehingga kendaraan tak ada lagi keraguan untuk melintas.
“Puji Tuhan, dari Sungai Sa’dan Ulusalu sekarang bisa berjalan lancar dan bisa beraktivitas seperti biasa. Mobil sekarang sudah bisa lewat. Terima kasih kepada bapak Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong yang sudah membangun kembali jembatan Ne’ Gandeng yang lama rusak, sehingga jembatan yang baru ini sudah bisa di lalui kendaraan besar dan aktivitas warga sudah lancar kembali,” Ucap salah satu warga sekitar sebut saja ambe Lete saat di temui di jembatan ne’ gandeng, Sabtu (24/1/2026).
Hal yang sama juga di sampaikan pengendara roda dua dan roda empat sebut saja bapak Yosep dan bapak Tari mengungkapkan bahwa dengan selesainya pembangunan jembatan ne’ Gandeng di Malakiri ini, kami masyarakat sangat bangga dan berterimakasih kepada pemerintah, secara khusus bapak Bupati Frederik Victor Palimbong yang sudah membangun baru jembatan ini. “Karena jembatan ini lama rusak dan hampir patah, sehingga warga yang melintas sangat takut. Dengan selesainya jembatan ini, aktivitas masyarakat semakin lancar,” ujar bapak Tari.
Iapun mengatakan bahwa Jembatan ini merupakan salah satu jalan alternatif yang dapat menembus ke jalur poros pangli dan poros Palopo, sehingga apabila ada kemacetan, jalan inilah yang dapatenghubungkan. “Terimakasih Pemerintah, terimakasih pak Bupati, Dedy Palimbong, kiranya bapak sekeluarga di berkati Tuhan dalam menjalankan roda pemerintahan,” ungkap bapak Tari kepada media torajatimes, Sabtu (24/1/2026).
Melalui sambungan selulernya, Samuel Lande selaku pelaksana proyek pembangunan Jembatan Ne’ Gandeng mengatakan bahwa dengan selesainya jembatan ini, kami sangat berharap masyarakat sekitar tetap memelihara jembatan ini. Ia juga berterimakasih kepada warga sekitar yang sudah memberikan dukungan dan pengertiannya, karena jalan ini terputus karna adanya pembangunan jembatan. “Dan hari ini sudah rampung/selesai dan sudah bisa di lalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa selama proses pengerjaan jembatan Ne’ Gandeng, terus terang kami sudah merasa menyatu dengan keadaan di sekitar jembatan setelah sekian lama kami berada di tempat itu mengerjakan jembatan.
Samuel Lande berharap dengan selesainya pembangunan jembatan Ne’ Gandeng di Malakiri dan memberikan kenyamanan bagi para pengendara yang melintas, khususnya bagi warga sekitar yang punya aktifitas seperti petani yang aksesnya sudah mudah di lalui.
Dengan terpisah juga disampaikan Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong melalui via WhatsAppnya menyampaikan terimakasih atas bantuan BNPB, sehinggia jembatan Ne’ Gandeng yang sudah rusak bisa di bangun kembali. “Dan kita lihat sekarang, pembangunan jembatan Ne’ Gandeng sudah rampung dan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan rida empat,” ucapnya.
Bupati berharap dengan selesainya pembangunan jembatan ne’ gandeng, aktivitas masyarakat dan warga sekitar dapat berjalan lancar, tidak lagi ada keraguan untuk melintas di jembatan ini baik di siang hari maupun di malam hari, karena jembatan rangka baja ini di lengkapi dengan ornamen lampu sebagai penerang jembatan.
Frederik juga menyampaikan bahwa selain pembangunan jembatan ne’ gandeng, ada juga pembangunan jembatan Sungai Kada’, yang merupaka bantuan keuangan bapak Gubernur Sulawesi Selatan. “Ya, kita harapkan penyelesaiannya tidak lama lagi, mudahan dalam waktu minggu depan sudah juga rampung,” Ungkap Bupati.
Ditambahkan Bupati Frederik Palimbong, bahwa Pemerintah juga sedang mengajukan permohonan jembatan ke Kementerian PU untuk beberapa lokasi, terutama di daerah terpencil di Tahun 2026 ini.
Ia berharap, permohonan jembatan dapat disetujui oleh Menteri PU, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat prasarana tranportasi yang aman dan nyaman. “Jadi harapan saya kedepan semua akses jalan dan jembatan di pelosok dapat kita bangun. Tidak ada lagi jalan yang tidak kita tingkatkan, baik aspal maupun rabat beton,” pungkas Bupati, Frederik Victor Palimbong.(*)
Penulis : Eno
Editor : Redaksi/Rahmad

Tinggalkan Balasan