TORAJATIMES.com

Objektif & Aktual

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang: Untuk Menekan Narkoba Masuk Toraja, Bupati Harus Rapat Koordinasi Sebulan Sekali Bersama Forkopimda dan FKUB

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang: Untuk Menekan Narkoba Masuk Toraja Utara, Bupati Harus Lakukan Rapat Koordinasi Sebulan Sekali Bersama Forkopimda dan FKUB. Ini disampaikan pada kegaiatn Doa Bersama dilapangan Bakti Rantepao, Toraja Utara, Sabtu (25/4/2026). FOTO: torajatimes.com

TORAJA UTARA, Torajatimes.com | Anggota DPR RI, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang hadiri Doa Bersama Sangtorayaan yang digelar dilapangan bakti Rantepao, Toraja Utara. Doa Bersama Sangtorayan ini dihadiri ribuan masyarakat dari 21 Kecamatan se Kabupaten Toraja Utara.

Ribuan Masyarakat Toraja penuhi Lapangan Bakti Rantepao menggealar Doa Bersama terkait penyakit masyarakat yang semakin marak di Toraja Utara. Anggota DPR RI, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang bilang judi membawa orang sengsara, dan banyak perceraian.

Dalam kesempatannya Anggota DPR RI, irjen Pol (P) Frederik Kalalembang menyampaikan bahwa sangat berterimakasih kegiatan Doa Bersama ini dapat terlaksana dan dihadiri ribuan masyarakat Toraja Utara yang datang dari seluruh kecamatan se Kabupaten Toraja Utara. Ia mengatakan bahwa kehadiran kita semua hari ini adalah merupakan rasa cinta kita dan kepedulian kita untuk menjaga Darrah kita Toraja Utara.

Jendral dua bintang ini menyampaikan bahwa apa yang menjadi persoalan kampung kita menjadi persoalan kita bersama, dan untuk itu saya mengajak untuk bersama-sama menjauhi dan memberantas penyakit masyarakat yang ada di daerah kita. Penyakit masyarakat atau dikepolisian biasa dikatakan PEKAT, yang dimaksud penyakit masyarakat diantaranya Narkoba, Judi, Pergaualan bebas dan Hoax yang suka memberitakan berita-berita bohong.

Ia juga mengungkapkan bawa dengan banyaknya orang yang suka memberitakan berita-berita bohong. “Kita tau sekarang ini sudah semakin ramai, ada yang ingin mencari panggung dengan memberitakan berita yang tidak benar, dan inilah tanggungjawab kita semua,” kata Frederik Kalalembang.

Frederik juga menyampaikan bahwa semua ini adalah kuncinya komunikasi dan untuk menghilangkan penyakit masyarakat ini harus kedepankan komunikasi dan ini harus disadari. Ia mencontohkan, kita mula dari rumah kita sendiri mulai keluarga, orang tua dan anak-anak, karena yang kena penyakit masyarakat ini bukan hanya anak-anak, tapi orang dewasa bahkan sampai dengan orang tua. Seperti judi, orang katakan bahwa judi membuat orang kaya, itu tidak benar, judi membawa orang sengsara, banyak perceraian karena judi.

Apalagi Narkoba, kita tau bahwa narkoba sudah meramba ke kalangan anak-anak, dewasa dan orang tua. Frederik Kalalembang juga mengungkapkan bahwa modus atau cara menjual dengan banyak cara seperti melalui pembelian melalui transport, tempel ditembok-tembok dan ditoko toko. “Mungkin dengan cara itu mudah susah ditangkap, tapi tidak sedikit ditangkap oleh polres atau kepolisian dengan modus-modus seperti ini,” ungkap jendral dua bintang ini.

Anggota DPR RI ini menyampaikan kepada ribuan masyarakat Toraja Utara bahwa jangan sekali kali menggunakan narkoba, kapan sekali kita menggunakan narkoba pasti kita cari lagi dan akhirnya kita akan menjual segala galanya. Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang mengimbau untuk tingkatkan komunikasi terutama kepada keluarga, teman, sahabat, dan tetangga. Memberitahukan apabila ada teman kita yang sudah masuk dan terkontaminasi dengan narkoba ini.

Ia juga mengimbau kepada Forkopimda agar judi, narkoba dan hoax ini urusan kepolisian, tidak. Ini adalah urusan kita bersama dan seluruh masyarakat, tidak bisa secara parsial harus bersama-sama, harus bergandengan tangan dan hari ini adalah hari yang luar biasa yang dilaksanakan FKUB, bisa menyatukan kita dari seluruh unsur agama.

Frederik Kalalembang berharap kepada Bupati Toraja Utara untuk melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda dan FKUB minimal sebulan sekali. Dan insidentil apa ada hal-hal seperti ini di undang semua dan disampaiakan untuk turun bersama-sama.

Apa yang dilakukan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja sudah tidak bisa terbendung lagi, sehingga BPS mencoba menyelesaikan. “Saya yakin ini akan berkurang dan kita akan tekan yang nantinya dengan Forkopimda, FKUB, sekuruh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat turun bersama-sama lakukan penyuluhan baik di gereja, dan di mesjid. Kalau sudah kita sampaikan baru kita lakukan tindakan tapi kalau kita bergerak secara parsial atau masing-masing, itu tidak menyelesaikan masalah dan tidak kuat, tapi kalau kita bersatu dan di koordinir oleh Bupati, saya yakin dan percaya dua bulan kedepan hal ini akan berkurang dan bahkan mudah-mudahan bisa hilang dari Toraja Utara ini

Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang akan memonitor untuk terus dilaksanakan koordinasi minimal sebulan sekali, dan saya sudah sampaikan kepada Bupati, apabila ada hal-hal insidentil bisa seminggu sekali dan saya kira tidak ada yang isa menghalangi ini, kasian generasi muda kita, kasian anak-anak kita. “Jadi saya katakan sekali lagi jangan sekali kali mencoba narkoba, merusak rumah tangga dan merusak lingkungan dan habis semua harta,” pungkasnya.

Penulis : Eno
EditorĀ  : Redaksi/Rahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini