TORAJATIMES.com

Objektif & Aktual

Adu Kerbau Petarung Timbulkan Dampak Penyakit Sosial, Pertemuan FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Perangi Judi, Narkoba dan Seks Bebas

Ketua FKUB Toraja Utara, Pdt Musa Salusu (kanan) dan Sekretaris FKUB Toraja Utara, Pastor Paulus Tongli (kiri), Adu Kerbau Petarung Timbulkan Dampak Penyakit Sosial, Pertemuan FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Perangi  Judi, Narkoba dan Seks Bebas, disampaikan pada pertemuan FKUB se Toraja, Selasa (24/3/2026). FOTO: torajatimes.com

TORAJA UTARA, Toraja Times.com | Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara menggelar pertemuan bersama para tokoh Agama dan para ketua-ketua kelembagaan keagamaan serta FKUB Kabupaten Tana Toraja yang di fasilitasi oleh Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja di ruang pertemuan Tongkonan Sangulele, Rantepao, Selasa (24/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut membahas pasca aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan komunitas pecinta tedong silaga (adu kerbau) dari dua kabupaten di Kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Rantepao pada Rabu, 18 Maret 2026.

Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara, Pastor Paulus Tongli usai menggelar pertemuan mengatakan bahwa semua tokoh agama dan ketua-ketua lembaga keagamaan sepakat bersama-sama bergerak untuk menjaga Toraja tetap Toraja dan menjaga nilai-nilai luhur yang ada di Toraja ini seraya mengungkapkan keprihatinan dan ulaya bergerak bersama memerangi penyakit-penyakit sosial yang sangat terasa sudah sangat meresahkan di Toraja Utara dan Tana Toraja.

Pastor Paulus Tongli menyebutkan bahwa penyakit-penyakit sosial yang mencolok dan muncul akhir-akhir ini dan begitu banyak keprihatinan yang belum secara serius disikapi, seperti perjudian, narkoba dan seks bebas. “Dia juga mengatakakan bahwa begitu banyak pemahaman-pemahaman yang keliru tentang budaya Toraja,” ucap Pastor Paulus Tongli.

Pastor Paulus Tongli menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati untuk bersama-sama bergerak untuk menyelamatkan Toraja ini, secara khusus menjaga generasi muda. “Jadi dalam pertemuan tadi semua sepakat untuk terus memerangi persoalan-persoalan penyakit sosial yang ada selama ini, jangan sampai generasi muda terombang ambing dan bingung dengan adanya situasi yang penuh tanda tanya, dimana penyakit-penyakit sosial menjadi sangat dominan di tengah-tengah masyarakat kita,” tegasnya.

Lanjut disampaikan Sekretaris FKUB Toraja Utara, bahwa masih akan ada pertemuan lanjutan antar dua kabupaten (Toraja Utara dan Tana Toraja) untuk membicarakan kesepakatan langkah bersama dan melibatkan tokoh tokoh adat serta kedua Pemerintah untuk menyikapi dan mengambil langkah konkrit dalam masalah-masalah sosial di Toraja.

Ditambahkan Ketua FKUB Toraja Utara, Pdt Musa Salusu bahwa apa yang menjadi pembicara dari pertemuan bersama tokoh agama tadi dan juga yang disampaikan oleh Sekretaris FKUB Toraja Utara, Pastor Paulus Tongli bahwa dengan tegas FKUB akan menyampaikan dan mendesak pemerintah dan aparat kepolisian untuk menegakkan undang-undang yang sesungguhnya, kalau undang-undang melarang perjudian bentuk perjudian apa saja yang di larang oleh UU itu.

Pendeta Musa Salusu juga megatakan bahwa sebenarnya yang bertanggungjawab membasmi perjudian dan narkoba itu adalah Pemerintah dan aparat hukum. “Kami dari FKUB memberikan dukungan moral, dan mendesak pemerintah dan aparat kepolisian untuk melakukannya,” ujar Ketua FKUB Toraja Utara yang juga mantan Ketua BPS Gereja Toraja.

Ditambahkan Ketua FKUB Toraja Utara bahwa langakah langkah konkrit apa yang dilakukan kedepan belum bisa kami sampaikan karena masih akan di rumuskan dalam pertemuan dua FKUB (Toraja Utara dan Tana Toraja) yang akan direncanakan dalam waktu dekat.

Haji Bumbun Pakata, Wakil Ketua FKUB Toraja Utara yang juga perwakilan dari Tokoh Agama Muslim.

Dengan terpisah Haji Bumbun Pakata mewakil tokoh agam muslim yang juga Wakil Ketua FKUB Toraja Utara mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu menyangkut masalah budaya, kita harus mengambil sikap untuk menjaga generasi muda kedepan. “Dengan kejadian seperti ini, seluruh tokoh tokoh agama harus membuat pernyataan sikap,” ucapnya.

Bumbun Pakata juga menegaskan bahwa apa yang menjadi keprihatinan kita bersama dengan adanya penyakit sosial seperti judi, narkoba dan prostitusi yang terjadi selama ini harus di berantas dan mencari solusi untuk Toraja yang lebih baik kedepan.

Ia juga menegaskan bahwa dengan adanya masalah tiga hal tadi, merupakan pelecehan bagi agama dan juga menodai agama itu sendiri. “Jadi kami sebagai umat muslim dengan tegas memerangi tiga hal itu yakni judi, narkoba dan prostitusi (seks bebas),” tegas Bumbun Pakata perwakilan dari umat muslim yang juga Wakil Ketua FKUB Toraja Utara.

Pendeta Dani Saud, Ketua PGIP Kabupaten Toraja Utara.

Hal yang sama juga disampaikan Pendeta Dani Saud, Ketua PGIP Kabupaten Toraja Utara bahwa pada pertemuan tadi bersama FKUB, tokoh agama dan dari dedominasi gereja terkait penyakit sosial di masyarakat dengan kejadian beberapa waktu lalu di BPS Gereja Toraja bahwa pada prinsipnya semua sepakat untuk memerangi penyakit sosial yang terjadi selama ini di Toraja.

Ia menyampaikan bahwa tidak ada satupun dari dedominasi gereja dan tokoh agama lainnya yang melegalkan penyakit sosial seperti perjudian dan narkoba. “Semua sepakat mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan generasi muda Toraja, masa depan Toraja agar Toraja ini bisa menjadi kuat, sehingga para generasi muda Toraja dapat membangun Toraja dikemudian hari,” ujar pendeta Dani.

Pada pertemuan FKUB Toraja Utara, hadir Tokoh Toraja Prof. Jonathan L. Para’pak, Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt DR. Alfred Anggui, M.Th, Pdt. Musa Salusu, Pastor Paulus Tongli, Haji Bumbun Pakata, Pendeta Dani Saud (Ketua PGIP Kabupaten Toraja Utara), Pdt Aser dan sejumlah pengurus dan Tokoh Agama lainnya. (*)

Penulis : Eno
Editor  : Redaksi/Rahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini