Antisipasi Lonjakan Harga dan Mutu Pangan Jelang Idul Fitri 2026, Polres Toraja Utara Bersama Pemerintah Lakukan Pengawasan
TORAJA UTARA, Toraja times.com | Upaya menjaga stabilitas harga dan mutu pangan terus diperkuat. Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon, bersama Kepala Dinas KetahananPangan dan Perikanan (Ketapang), Deddy Elward Rombe Raru dan Kepala Dinas Perindagkop Toraja Utara, Amos Harma Pattola, mengikuti zoom meeting arahan Deputi III Satgas Saber (Sapu Bersih) pelanggaran terkait harga dan kualitas bahan pangan jelang Idul Fitri 2026.
Zoom meeting di pimpin oleh, Dr. Andriko Noto Susanto, Deputi III Bidang Penegakan Keamanan Konsumsi dan Keamanan Pangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi lonjakan harga serta potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar mutu, khususnya menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Deputi III Satgas Saber menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara aparat penegak hukum dan instansi teknis daerah. “Pengawasan tidak hanya menyasar praktik penimbunan atau permainan harga, tetapi juga memastikan produk pangan yang beredar aman dikonsumsi dan sesuai standar,” ujar Andriko.
Kasat Reskrim IPTU Ruxon saat dikonfirmasi usai kegiatan zoom meeting bersama Deputi III Satgas Saber (Sapu Bersih) mengatakan bahwa pihaknya siap menjalankan arahan tersebut sebagai bagian dari tugas menjaga produk pangan yang beredar aman dan sesuai standar.
“Kami akan mendukung penuh pengawasan harga dan mutu pangan di wilayah Toraja Utara. Jika ditemukan indikasi pelanggaran seperti penimbunan, manipulasi distribusi, atau praktik curang lainnya, tentu akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ruxon menambahkan bahwa dalam bulan Maret ini, kami dari Polres bersama Dinas terkait Slsecara edukatif melakukan pengawasan harga dan mutu pangan agar memiliki dampak langsung bagi masyarakat. “Ya, kita berharap harga yang stabil membantu menjaga daya beli warga, sedangkan mutu pangan yang terjamin melindungi kesehatan konsumen,” imbunya.
Sementara itu, Dinas Ketapang dan Dinas Perindagkop berkomitmen melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar tradisional maupun distributor. “Langkah ini penting untuk memastikan harga tetap wajar serta kualitas bahan pangan tetap terjaga,” ucap Deddy Elward Rombe Raru, Kadis Ketapang Toraja Utara.
Kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi pangan yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. “Dengan pengawasan yang konsisten, stabilitas ekonomi daerah dapat terus terjaga,” pungkasnya. (*)
Penulis : Eno
Editor : Redaksi/Eno

Tinggalkan Balasan