TORAJATIMES.com

Objektif & Aktual




BBM Jenis Solar di Toraja Utara Langka, Sudah Hampir Sebulan Dikeluhkan Masyarakat dan Sopir Truk, Kata Pongkella LSM Gempar

FOTO: Yohanis Bulo (Pongkella) LSM GEMPAR

TORAJA UTARA, TORAJA TIMES.com | Sudah hampir sebulan masyarakat yang menggunakan mobil diesel sangat sulit mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di beberapa SPBU di Toraja Utara.

Antrian panjang kembali mengular hampir tiap hari ditemukan di SPBU pada pagi, sore hingga malam hari. Terutama di SPBU Alang-alang, Bolu, dan Eranbatu.

Salah satu sopir truk roda empat yang enggan disebutkan namanya, mengaku rela kehilangan waktu berjam-jam mengantri di SPBU demi mendapatkan BBM solar bersubsidi.

“Harus bagaimana lagi. Saya harus mengantri lama sampai bermalam untuk dapatkan bahan bakar solar bersubsidi, kasihan kami ini pak,” katanya kepada media Toraja Times yang meminta namanya untuk tidak disebutkan, Kamis (4/12/2025).

Meski sudah mengantri berjam-jam, kadang ia tak kebagian solar bersubsidi karena ketersediaan solar terbatas.

Menurutnya, ia mencurigai ada oknum tertentu memanfaatkan salah. Adanya solar bersubsidi dari pemerintah tersebut dengan menjadikannya bisnis dan meraup keuntungan dibalik BBM bersubsidi.

“Menurutnya, banyak mobil mengantri di SPBU, tapi kemudian solarnya ditampung di suatu tempat, terus dikirim ke industri-industi, baik dalam maupun luar daerah, dengan harga mahal,” ungkapnya.

Ia berharap agar aparat kepolisian dan Kejaksaan dapat memantau dan melakukan pengawasan di setiap SPBU, sehingga bahan bakar minyak jenis solar tidak disalah gunakan oleh sejumlah oknum.

“Yah kita berharap distribusi solar bersubsidi dari pemerintah ini diawasi, agar tidak disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu,” harapnya.

Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempar, Yohanis Bulo atau akrab disapa Pongkella angkat bicara terkait langkanya BBM Solar di Toraja Utara. Ia membenarkan bahwa apa yang dikeluhkan warga maupun para sopir truk itu benar, bahwa satu bulan terakhir ini BBM Solar langka di SPBU Toraja Utara. Ini terpantau dari investigasi kami di beberapa SPBU dengan banyaknya mobil truk yang antri setiap pagi, sore dan malam.

Pongkella menyebutkan, bahwa langkanya atau kurangnya BBM Solar di Toraja Utara, apakah disebabkan karena jatah dari pertamina dikurangi untuk SPBU Toraja Utara, ataukah ada oknum atau orang-orang tertentu melakukan pembelian tersembunyi atau melakukan penimbunan. “Dari investigasinya selama hampir sebulan, pongkella menyebutkan bahwa ada oknum atau orang tertentu melakukan penimbunan BBM dan menjual kepada pengusaha BBM untuk dijual keluar Toraja Utara,” ujarnya.

“Saya selaku LSM Gempar akan terus menyelidiki dan pastinya akan mengungkap siapa oknum dan orang-orang tersebut yang bermain BBM Solar sehingga langka di Toraja Utara. Kasian warga dan para sopir yang antri berjam-jam bahkan mobil truknya di parkir sampai pagi di sepanjang jalan SPBU. Ini juga menimbulkan kemacetan dipagi hari, saat orang pergi kantor,” ungkapnya.

Lanjut Pongkella, menyampaikan bahwa lembaganya akan terus melakukan investigasi terkait langkanya bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. Dia juga meminta kepada aparat kepolisian dan aparat lainnya untuk bersama-sama melakukan pengawasan menindak kepada SPBU nakal yang ada di Toraja Utara, dan juga menindak kepada oknum-oknum atau orang-orang tertentu yang memanfaatkan BBM Solar Bersibsidi untuk diperjualbelikan kepada pihak lain sebut saja para pengusaha industri yang ada di dalam maupun di luar Toraja Utara,” tegas Yohanis Bulo (Pongkella).

“Dia juga menegaskan bahwa apabila ada oknum-oknum atau orang-orang tertentu yang ketahuan, saya tidak segan-segan akan melaporkan langsung ke Kapolda Sulsel atau bersurat ke Mabes Polri,” pungkasnya kepada media toraja times, Kamis (4/12/2025). (*)

Penulis : Eno
Editor  : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini