TORAJATIMES.com

Objektif & Aktual

Dua Senjata Elegan Dapatkan PAD: Hidupkan Swasta dan Ekonomi Kreatif, Jangan Ambil Langkah Instan Beratkan Rakyat, Kata Mendagri

Peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (27/8/2025). Dok/foto: istimewa

KENDARI, TORAJA TIMES.com | Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) 2025 di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (27/8/2025). Kegiatan yang awalnya ditargetkan hanya 3.000 peserta, membeludak hingga dihadiri 4.125 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Rakornas PHD 2025 mengusung tema “Produk Hukum Daerah untuk Memudahkan Investasi dan Pematapan Asta Cita”. Tema itu dinilai strategis, karena menekankan pentingnya produk hukum daerah yang berkualitas untuk mendorong investasi dan mempercepat implementasi program nasional.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, antara lain Mendagri Tito Karnavian, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie. Hadir pula perwakilan dari gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wali kota, ketua dan sekretaris DPRD se-Indonesia, hingga kepala biro hukum se-Indonesia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menjadikan masyarakat sebagai target dalam mengejar pendapatan asli daerah (PAD).

Tito Karnavian menjelaskan bahwa kunci penguatan fiskal justru ada pada keberanian kepala daerah membuka ruang usaha yang sehat dan ramah investasi. Hal itu disampaikan saat membuka Rakornas Produk Hukum Daerah Tahun 2025.

“Saya mohonlah dengan segala hormat, hidupkan dunia usaha, mulai dari perizinannya. Jangan dipersulit. Kalau usaha tumbuh, PAD juga ikut naik,” terang Tito.

Mendagri menekankan bahwa, hidupnya sektor swasta akan menciptakan perputaran uang di daerah sekaligus menyerap tenaga kerja.

Lanjut dikatakan Mendagri Tito Karnavian, seorang kepala daerah tidak cukup hanya mengandalkan pola kerja birokrasi saja, tetapi harus memiliki kreativitas dan kepemimpinan yang visioner untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah.

Kepala Daerah harus tau bagaimana caranya mencari pendapatan yang lebih besar daripada belanja. “Tapi pendapatan itu jangan sampai membebani masyarakat,” tutur Tito Karnavian.

Mendagri Tito juga mengibaratkan kepala daerah seperti seorang ibu rumah tangga.

Dalam forum tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan pelaku usaha, khususnya yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Ia mengatakan, sektor swasta dan ekonomi kreatif adalah dua motor utama dalam mencetak PAD yang berkelanjutan.

“Hidupkan swasta, hidupkan ekonomi kreatif. Dua senjata ini cara elegan mendapatkan PAD. Jangan sekali-kali mengambil langkah instan yang justru memberatkan rakyat,” imbuh Tito.

Mendagri menambahkan, pesan tersebut sejalan dengan sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan kebijakan pembangunan harus berpihak kepada rakyat.

Ia meminta setiap kepala daerah peka terhadap aspirasi publik dan piawai berkomunikasi agar kebijakan kepala daerah yang dibuat tidak menimbulkan resistansi.

Mendagri mengingatkan seluruh kepala daerah juga harus punya jiwa entrepreneurship. “Harus bisa membaca peluang, kreatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Tito. (*)

Penulis : Philips
Editor   : Eno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Terkini

Bupati Mamasa Terima Aktivis Desa, Bahas Penyelesaian TPA Salubue

Berita TPA Salubue Mamasa

Dibilangi “PREMAN”, Komisi 2 DPRD Toraja Utara Panggil Direktur Perumda Air Minum Klarifikasi

Komisi 2 DPRD Torut Panggil Direktur Perumda

Bupati Toraja Utara Tunda Kenaikan Pajak PBB-P2 sebesar 200 Persen

Berita Kenaikan PBB-P2