Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang Anggota DPR RI Komisi III Kecewa Eksekusi Tongkonan Ka’pun di Toraja Gunakan Excavator
TANA TORAJA, TORAJA TIMES.com | Anggota Komisi III DPR RI Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang kecewa dengan eksekusi Tongkonan Ka’pun di Kurra, Kabupaten Tana Toraja menggunakan Excavator.

Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan ke Polda Sulawesi Selatan, pada Jumat (12/12/2025), ia menyoroti proses eksekusi Tongkonan Ka’pun berusia 300 tahun di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggunakan alat berat berupa ekskavator.
“Ada kekecewaanlah. Saya melaksanakan kunjungan spesifik ke Kapolda dan pejabat utama Polda Sulawesi Selatan. Saya menanyakan bahwa saya kira bukan jalan akhir daripada mengeksekusi menggunakan ekskavator, masi banyak cara lain, dan masih banyak waktu,” kata Frederik Kalalembang kepada wartawan.

Menurut Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang bahwa tongkonan merupakan salah satu warisan leluhur orang Toraja yang semestinya perlu diberikan perlakuan khusus dan dilestarikan, dimana proses eksekusi tidak harus menggunakan ekskavator seperti bangunan lain.
“Tidak ada yang sangkal itu bahwa kepemilikan harus dikembalikan, karena ini sudah ingkra.Tetapi kan dengan cara yang baik,” tegas Frederik.
Dia juga mengaku heran sebab tongkonan berusia ratusan tahun itu bisa terseret sengketa lahan hingga diproses di pengadilan. Bahkan, prosesnya berjalan begitu panjang sejak 1988 hingga pada tahap peninjauan kembali (PK) dan dieksekusi tahun 2025.
“Persoalan kenapa bisa masuk kepada pengadilan? Kenapa bisa ada putusan sampai kepada PK dan sebagainya, bahkan sampai kepada eksekusi. Ini kan perlu kita pertanyakan,” jelasnya.
Frederik juga telah menyampaikan ke Kapolda Sulsel bahwa eksekusi Tongkonan di Toraja harus mencari cara yang elegan tidak dengan excavator.
“Saya tidak sependapat dengan eksekusi menggunakan ekskavator di Tongkonan itu. Melihat itu rasanya saya sakit. Tongkonan Dibangun sejak sudah 300 tahun silam bertahan dan dibongkar dengan sekejap dengan ekskavator dan sebagainya,” ucapnya.
Menindak lanjuti hal tersebut, Frederik Kalalembang akan segera mengumpulkan seluruh pihak terkait di Tana Toraja untuk membahas masalah ini.
“Dalam waktu dekat ini saya akan ke Toraja, mengumpulkan Kapolres, Ketua Pengadilan, kejaksaan, penegak hukum, dan Forkopimda. Kita cari jalan terbaik. Karena saya katakan tidak ada satupun jalan yang terbaik, hanya dengan komunikasi,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, eksekusi yang diwarnai kericuhan itu berlangsung di Tongkonan Ka’pun, Kecamatan Kurra, pada Jumat (5/12/2025).
Dimana pada saat itu proses eksekusi diwarnai kericuhan, dan berbuntut panjang hingga aksi demo di depan pintu gerbang Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar pada Selasa (9/12/2025) yang juga berakhir ricuh hingga terjadi kejar-kejaran antara polisi dan massa aksi.(*)
Penulis : Eno
Editor : Rahmad













Tinggalkan Balasan