Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang Sambut Baik Digelarnya Toraya Ma’ Kombongan, Semoga ada Kesepahaman..!
TORAJA UTARA, TORAJA TIMES.com | Pemerintah Kabupaten Tana Toraja hari ini, Selasa (16/12/2025) menggelar Toraya Ma’Kombongan di Tammuan Mali, Makale, Tana Toraja. Kegiatan Toraya Ma’ Kombongan dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 16 sampai 18 Desember 2025.
Kegiatan ini di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Tana Toraja dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh adat, akademisi, hingga elemen masyarakat lainnya.
Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Demokrat, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang yang juga tokoh masyarakat Toraja saat diminta pendapatnya melalui via whatsAppnya, Selasa pagi (16/12/2025) mengatakan bahwa kegiatan Ma’ Kombongan yang di gagas oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja sangat bagus, dan ini merupakan kegiatan untuk mempertemukan gagasan, pendapat, kesepahaman dan akan menjadi rumusan untuk dipedomani oleh para tokoh toraja, tokoh adat, budayawan dan seluruh masyarakat Toraja.
Frederik Kalalembang yang juga Ketua Umum IKAT Nusantara menyambut baik pelaksanaan kegiatan Toraya Ma’ Kombongan yang di gelar oleh Pemerintah Kabulaten Tana Toraja. Ia berpendapat bahwa kegiatan Toraya Ma’ Kombongan ini sebaiknya disatukan dengan Kabupaten Toraja Utara. “Kita tau bahwa Toraja hanya satu, tidak bisa terpisahkan yang dua itu hanya administrasi pemerintahan saja,” ucap Jendral dua bintang ini kepada media torajatimes.
“Toraya Ma’ Kombongan ini menjadi ruang pertemuan dan memberikan pokok pikiran atau ide bagi tokoh masyarakat Toraja, untuk menyatukan gagasan pembangunan berbasis nilai budaya,” ungkap Ketua Umum IKAT Nusantara.
“Dengan kegiatan Toraya Ma’ Kombongan ini sebaiknya melibatkan Kabupaten Toraja Utara, karena ini tidak bisa terpisahkan termasuk pemerintah daerahnya. Ia menyebitkan bahwa seperti pada pertemuan Forkopimda se-Toraja kemarin (red-senin, 15/12/2025), kedua kabupaten nantinya akan merumuskan dan mengundang semua stakeholder untuk duduk bersama dalam bentuk seminar sehari, sehingga kita akan mendapatkan kesepahaman bersama,” ujarnya.
Lanjut Frederik Kalalembang mengatakan bahwa dengan kegiatan rapat koordinasi Forkopimda se-Toraja yang sudah dilaksanakan kemarin, Senin (15/12). “Ini kita akan lanjutkan dengan pertemuan dengan menghadirkan stakeholder untuk duduk bersama mendapatkan kesepahaman dan ini akan dimulai dari hulunya, jadi kalau ada sengketa tidak harus dilaporkan langsung ke Pengadilan,” terang Anggota DPR RI Komisi III ini.
“Dia juga sudah menyampaikan kepada Ketua Pengadilan Negeri Makale saat pertemuan Forkopimda se Toraja kemarin (15/12) agar benar-benar mempelajari kasus atau persoalan yang masuk ke Pengadilan sehingga tidak langsung diproses sidang seperti sebelumnya,” pungkas Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Demokrat. (*)
Penulis : Eno
Editor : Rahmad

Tinggalkan Balasan