Novel From Toraja With Love Akan Diterbitkan Dalam Bahasa Toraja
TORAJA UTARA, TORAJA TIMES.com | Untuk mendorong perkembangan novel fiksi berbahasa Toraja, Sili Suli terobsesi untuk menerjemahkan dan menerbitkan novel fiksinya yang berjudul From Toraja With Love dalam Bahasa Toraja. Hal itu dikemukakannya saat diwawancarai di Rantepao, Rabu (26/8/2025).
Menurut Sili Suli, salah satu alasan yang mendorong keinginannya tersebut adalah ide yang disampaikan oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong.
“Saat itu saya pernah mengatakan kepada Bapak Bupati bahwa saya ingin menerbitkan novel ini dalam bahasa Jawa, tetapi kemudian Bapak Bupati mengatakan sebaiknya juga diterbitkan dalam bahasa Toraja. Bila TUHAN berkenan, suatu saat saya akan terbitkan novel ini dalam Bahasa Toraja,” jelas penulis yang telah menerbitkan beberapa buku biografi tokoh-tokoh Toraja itu.
Ide dari Bupati Toraja Utara, dalam pandangan Sili Suli merupakan gagasan yang cerdas dan brilyan karena saat ini memang sangat sulit untuk mendapatkan novel fiksi berbahasa Toraja. Selain itu, bila ide Bupati Toraja Utara tersebut dapat diwujudkan maka kehadiran novel fiksi dalam berbahasa Toraja, secara implisit akan dapat mendorong para sastrawan muda Toraja untuk menerbitkan karya fiksi dalam bahasa Toraja.
Lebih lanjut Sili Suli menjelaskan bahwa banyak inspirasi untuk menulis karya fiksi yang berakar dari keunikan budaya Toraja dan keindahan alam Toraja. “Banyak penulis sastra dari luar Toraja yang tertarik untuk mengangkat keunikan budaya Toraja melalui karya sastra. Kita perlu bersyukur kepada penulis-penulis dari luar yang telah memberikan contoh karya sastra yang baik,” ungkapnya.
Sekedar catatan bahwa novel From Toraja With Love adalah sebuah novel yang mengangkat keunikan budaya Toraja seperti mayat berjalan dan rambu solo’ ma’barata yang dulu pernah ada di Toraja. Selain itu juga menangkat keunikan tari Bedhaya Semang dan festival Gadhimai di Nepal.
Yang tak kalah menariknya adalah karena dalam novel ini, juga diselipkan 25 tempat terindah di dunia, antara lain ; Gokyo Peak di Nepal, Torres del Paine di Chile, Cordillera Huayhuash di Peru, Danau Moraine di Kanada, Trolltunga di Norwegia, Kirkjufell di Islandia, Mont Blanc di Prancis, Gunung Piz Bernina di Swiss, Zhangye Danxiaa di China, Gunung berapi Klyuchevskaya Sopka di Rusia, Tongariro di New Zealand, Danau Sorvagsvatn di Kepulauan Faroe Denmark, Fairy Pools Isle of Skye di Skotlandia, Bryce Canyon di USA, Gunung Fitz Roy di Argentina, dan Pulau Padar di Indonesia.(*)
Penulis : Eno
Editor : Rahmad
Tinggalkan Balasan