Perlahan Menggerus Masa Depan Generasi Muda Toraja, Frederik Kalalembang Minta Semua Pihak Bersatu Lawan Judi, Narkoba dan Seks Bebas
TORAJA UTARA, Toraja Times.com | Ditengah keindahan alam dan kekayaan budaya yang selama ini menjadi kebanggaan, Toraja kini dihadapkan pada tantangan sosial yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di balik geliat pariwisata, terselip kekhawatiran akan maraknya praktik judi, narkoba, dan perilaku menyimpang yang perlahan menggerus masa depan generasi muda Toraja.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang pun angkat bicara. Ia menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyakit masyarakat yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Toraja.
Seruan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya polemik praktik tedong silaga yang diduga telah disusupi aktivitas perjudian, bahkan merembet pada persoalan narkoba dan seks bebas.
“Judi, narkoba, dan seks bebas ini merupakan penyakit masyarakat. Artinya, kita tidak bisa membiarkannya berjalan sendiri. Semua harus bergandengan tangan, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk bersama-sama memberantasnya,” tegas Frederik, Kamis (26/3/2026).
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk duduk bersama mencari solusi yang komprehensif.
“Ini persoalan kompleks. Butuh langkah nyata dan kesepahaman bersama agar dapat diselesaikan secara utuh, tanpa harus menghilangkan nilai adat dan budaya Toraja yang kita jaga selama ini,” ujarnya.
Menurut purnawirawan jenderal bintang dua tersebut, posisi Toraja sebagai daerah pariwisata tidak bisa dilepaskan dari berbagai tantangan sosial. Namun, dengan kesamaan persepsi dan komitmen kuat dari semua pihak, persoalan tersebut diyakini dapat dikendalikan.
“Toraja adalah daerah pariwisata yang secara tidak langsung juga berhadapan dengan berbagai penyakit masyarakat. Karena itu, ketegasan pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama sangat dibutuhkan agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Saya secara pribadi mendukung setiap langkah positif demi menjaga generasi, budaya, dan adat Toraja ke depan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Frederik mengungkapkan bahwa dirinya terus mendorong berbagai upaya kolaboratif, termasuk rencana diskusi bersama tokoh pemuda, gereja, dan berbagai stakeholder untuk memperkuat peran kepemimpinan dalam mewujudkan Toraja sebagai daerah pariwisata yang berdaya saing.
Untuk diketahui bersama beberapa pekan lalu, Frederik Kalalembang baru saja melakukan pertemuan bersama Ketua GAMKI Sulsel, Senior GMKI dan Ketua PGWI Sulselra di Makassar yang hasilnya bakal merencanakan untuk mengadakan diskusi terkait Peran Kepemimpinan dalam Mewujudkan Toraja sebagai Daerah Pariwisata yang Berdaya Saing.
“Kita tidak pernah berhenti berkontribusi untuk Toraja. Semua ini demi memastikan Toraja tumbuh menjadi destinasi wisata yang tidak hanya dikenal karena budayanya, tetapi juga karena kualitas masyarakatnya,” tutupnya.
Ditengah berbagai tantangan yang ada, harapan itu tetap menyala—bahwa dengan kebersamaan, ketegasan, dan kepedulian semua pihak, Toraja tidak hanya akan tetap berdiri sebagai tanah budaya yang agung, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi generasi yang akan datang. (*)
Penulis : Eno
Editor : Redaksi/Rahmad
- Bupati Tana Toraja
- Bupati Toraja Utara
- GAMKI Tana Toraja
- GAMKI Toraja Utara
- Generasi Muda Toraja
- GMKI Toraja
- Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang
- Kapolda SulSel
- Kapolres Tana Toraja
- Kapolres Toraja Utara
- Kapolri
- Kepala BNN RI
- Kepala BNNK Tana Toraja
- Kepala BNNP Sulsel
- Ketua Umum BPS Gereja Toraja
- KNPI Tana Toraja
- KNPI Toraja Utara
- Mahasiswa Toraja
- Pemkab Tana Toraja
- Pemkab Toraja Utara
- PMKRI Toraja
- Tokoh Adat
- Tokoh Agama

Tinggalkan Balasan