TORAJATIMES.com

Objektif & Aktual

Pertemuan Kedua Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja, Musa Salusu: Ini Bukan Sekadar Membentuk Provinsi Baru, Melainkan Membangun Masa Depan Bersama

Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja kembali menggelar pertemuan strategis di Depot 99, Makale Utara, Senin (2/2/2026). FOTO: torajatimes.com

TANA TORAJA, TORAJA TIMES.com | Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja kembali menggelar pertemuan strategis di Depot 99, Makale Utara, Senin (2/2/2026), sebagai bagian dari konsolidasi besar lintas wilayah antara Toraja Utara, Tana Toraja, dan Luwu Raya. Sebelumnya pada pertemuan pertama di gelar di D’Rij Hotel Toraja, Toraja Utara dengan menyusun panitia formatur lengkap.

Sejumlah Tokoh Toraja hadiri pertemuan pantia pembentukan Provinsi Luwu-Toraja. FOTO: torajatimes.com

‎Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa wacana pembentukan provinsi baru bukan sekadar diskursus, melainkan telah berkembang menjadi agenda politik-administratif yang terencana, dengan arah yang jelas dan langkah yang terukur. Para penggagas dari Toraja Utara dan Tana Toraja secara intensif membahas skema integrasi wilayah, tata kelola pemerintahan, serta dampak strategis bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah.

‎Dalam pertemuan tersebut, para formatur dan Tokoh Toraja yang hadir menegaskan bahwa dengan rencana Toraja dua kabupaten akan bersama dengan Luwu Raya menjadikan Daerah Otonomi Baru atau Provinsi bukan hanya sekedar pemekaran wilayah, tetapi tentang membangun pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Sulawesi Selatan yang lebih adil, merata, dan mandiri secara ekonomi.



‎“Ini bukan sekadar membentuk provinsi baru, tetapi membangun masa depan bersama. Tujuannya adalah memperpendek rentang kendali pemerintahan, mempercepat pembangunan, dan membuka akses layanan publik yang lebih dekat kepada masyarakat,” Kata Musa Salusu Ketua Umum Panitia formatur .

‎Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat konektivitas wilayah, integrasi ekonomi lokal, serta penguatan identitas kultural Toraja–Luwu dalam satu entitas administratif yang baru, tanpa menghilangkan kekhasan masing-masing daerah.

“‎Dari sisi edukatif, para formatur juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar publik memahami bahwa pemekaran wilayah bukan proyek elite semata, tetapi proses panjang yang harus melalui kajian akademik, regulasi nasional, persetujuan pemerintah pusat, serta dukungan masyarakat secara luas,” Ujar Mantan Ketua BPS Gereja Toraja, Musa Salusu.

Musa Salusu menyebutkan bahwa ‎Konsolidasi ini menjadi sinyal kuat bahwa gagasan Provinsi Luwu-Toraja telah memasuki tahap pematangan konsep dan penguatan struktur organisasi, bukan lagi sekadar wacana.

“‎Dengan langkah-langkah strategis yang terus dibangun, Tim Formatur menargetkan terbentuknya roadmap resmi pembentukan provinsi, yang akan menjadi dasar advokasi ke tingkat pemerintah provinsi dan pusat,” Ungkap Musa Salusu.

‎Pertemuan di Makale Utara ini sekaligus menandai babak baru perjuangan pembentukan Provinsi Luwu-Toraja dimana membicarakan lebih sistematis, lebih terarah, dan lebih serius, demi lahirnya wilayah baru yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan kawasan Sulawesi Selatan bagian utara. (*)

Penulis : Eno
Editor  : Redaksi/Rahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini