Puluhan Tokoh Toraja dan Akademisi Kumpul di D’Rij Toraja Hotel, Sepakat Toraja Dua Kabupaten Gabung Luwu Raya
TORAJA UTARA, TORAJA TIMES.com | Sekitar lima puluh lebih Tokoh Toraja dari dua kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja berkumpul menyatakan dukungannya terhadap gerakan masyarakat Tanah Luwu memperjuangkan pemekaran daerahnya menjadi sebuah provinsi.

Dalam pertemuan di D’Rij Hotel & Convention Hall, yang berlokasi di kecamatan Kesu’, Toraja Utara pada kamis, 29 Januari 2026 sekira pukul 16.00-18.00 Wita, puluhan Tokoh Toraja dua kabupaten mengusulkan nama DOB yang akan diperjuangkan untuk dibentuk Provinsi Luwu Toraja.
Pada pertemuan tersebut, Tokoh Masyarakat dari dua kabupaten di Toraja sepakat membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu Raya. Dalam pertemuannya sepakat mempercayakan Pdt Musa Salusu, M.Th sebagai Ketua Tim Formaturm dan Yohanis Lintin Paembonan, S.Th., MM sebagai sekretaris tim formatur.
Dari pertemuan Tokoh Toraja sepakat Toraja bergabung bersama luwu raya untuk mendukung terbentuknya DOB Provinsi Luwu-Toraja.
Setelah sepakat menyatukan pikiran dan pendapat, pertemuan dilanjutkan menyusun tim formatur pembentukan Provinsi Luwu-Toraja.
Berikut sejumlah nama Tokoh Toraja dan akademisi bergabung dalam Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja, diantaranya Victor Datuan Batara, Erik Crystal Ranteallo, Fajar N Londong Allo, Kombes (P) Darma Lelepadang, DR. Ishak Pasulu, Ferry Bitticaca, Soni Palulungan, Andre Tulak, Yohanis Lintin Paembongan, Daud Sarangga, Yuli Parantean, Johan Darise, Suli Matius, Alexander Patandean, Amos Lintin, Theofilus Limongan, Henokh Palungan, Khanip, dan tokoh perempuan lainnya.
Pendeta musa Salusu selaku Ketua Tim Formatur menyampaikan bahwa para Tokoh Masyarakat, Akademisi dan elit Toraja dari berbagai latarbelakang pendidikan juga masih banyak ikut bergabung dalam tim ini.
Lanjut Pendeta Musa Salusu menegaskan bahwa pertemuan dan pembentukan Tim Formatur ini menjadi langkah awal menuju proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari konsolidasi daerah, persetujuan DPRD, rekomendasi gubernur, hingga keputusan pemerintah pusat. “Dan perlu kami sampaikan, wacana pembentukan Provinsi Luwu-Toraja ini bukan lagi bisik-bisik, tetapi sudah berubah menjadi gerakan terbuka yang mulai mengetuk pintu nasional.
“Pertemuan para Tokoh Toraja membentuk Formatur Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja, sebagai upaya konsolidasi terstruktur. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai aspek krusial, mulai dari peta wilayah, dasar historis, potensi ekonomi, hingga kesiapan sosial dan administratif,” ucap mantan Ketua BPS Gereja Toraja.
“Konsep Provinsi Luwu-Toraja atau Lutor memiliki nilai strategis secara nasional, karena menggabungkan kekuatan budaya Toraja yang mendunia dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi kawasan Luwu. Jika terealisasi, provinsi ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia,” ungkap Pdt Musa Salusu.
Sementara itu, informasi menyebutkan, sebelum para tokoh dan akademisi membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja, mereka telah sowan ke Datu Luwu di Istana Kedatuan Luwu.
Untuk diketahui bahwa pertemuan pertama ini yang di laksanakan di D’Rij Hotel & Convention Hall Toraja Utara akan di lanjutkan pada pertemuan kedua di Makale Tana Toraja pada hari Senin, 2 Februari 2026. “Untuk Waktu dan tempat menunggu penyampaian melalui group yang sudah dibuat oleh tim,”pungkas Sekretaris Tom Formator, Yohanis Lintin Paembongan.(*)
Penulis: Eno
Editor : Redaksi/Rahmad

Tinggalkan Balasan