Wakil Bupati Toraja Utara Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2024

TORAJA TIMES.com – Toraja Utara | Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), 2 Mei 2024 di Lapangan Bakti Rantepao, Toraja Utara, Kamis (02/05/2024).

Upacara Hari Pendidikan Nasional di ikuti Pelajar Siswa Siswi SD, SMP SMU, para Guru, para Kepala OPD, 21 Kecamatan Se Kabupaten Toraja Utara, dan seluruh ASN se Kabupaten Toraja Utara.
“Juga hadir pada upacara Hardiknas Sekertaris Daerah (Sekda) Toraja Utara, Salvius Pasang dan Tokoh Agama

Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong sebelum membacakan Pidato Menteri Pendikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menyampaikan kepada seluruh Peserta Upacara Hari Pendidikan Nasional bahwa ada 3 pesan yang di sampaikan salah seorang Tokoh Nasional bahwa manusia setidak tidaknya berhutang kepada 3 orang/3 Unsur yang pertama berhutang kepada Tuhan, kedua berhutang kepada Orang Tua dan ketiga berhutang kepada Pendidik. Hutang yang tidak akan pernah kita lunasi seumur hidup kita,”Kata Frederik.

Berikut teks Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Hardiknas 2024, yang di bacakan Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu

Saudara saudariku sebangsa dan setanah air,
Lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan kami di Kemendikbudristek. Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan kami tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.

Kemudian, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi. Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis. Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat.

Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama. Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar.

Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai. Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan.

Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar. Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan. Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar.
Terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Om shanti, shanti, shanti, om,
Namo buddhaya,
Rahayu
Jakarta, 2 Mei 2024, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim

Pada Peringatan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapagan Bakti Rantepao tak tampak terlihat Kepala Dinas Pendidikan Toraja Utara dan Bupati Toraja Utara.
“Menurut informasi dari Wakil Bupati bahwa Bupati, Yohanis Bassang berada di Makassar mengikuti kegiatan di Kantor Gubernur Sulsel, sementara Kepala Dinas Pendidikan, Martinus Manatin katanya sakit di Makassar.

Usai Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dilanjutkan dengan penyerah piagam dan Piala juara Lomba Cerdas Cermat dan lomba lainnya.
“Penyerahan piagam dan piala oleh Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dan Sekda Toraja Utara, Salvius Pasang. (*)

Penulis : Eno
Editor   : Tommy T