News  

Koorlap Imanuel Dolli : Tidak Perbaiki Dalam Waktu Dekat, Masyarakat Turun Lebih Banyak Lagi Ke PT Brantas Prospek Energy

TORAJA TIMES.COM – TORAJA UTARA | Kedua kalinya Masyarakat Lembang Pengkaruan Manuk, Kecamatan Buntupepasan mendatangi Kantor PT Brantas Prospek Energy menuntut perbaikan Irigasi saluran air yang menuju ke sawah garapannya yang kering.

“Tak hanya saluran air yang tidak masuk ke sawah garapannya, masyarakat juga menuntut perbaikan yang longsor yang sudah lama dan itu sangat memprihatinkan dan bisa membawa dampak bagi lahan masyarakat dan permukiman warga,”ujarnya.

Hal lain juga yang membawa kerusakan parah adalah jalan dan jembatan, dimana jalan dan jembatan yang sudah di cor (rabat beton) melalui anggaran lembang di rusak dengan alat berat PT Brantas Prospek Energy yang lewat. Bahkan Jembatan yang permanen rusak parah dan sampai sekarang pihak Perusahaan belum juga memperbaiki, malah di pasang batang pohon kelapa dan di timbun. Ini sangat merugikan Pemerintah Lembang dan Masyarakat di dua lembang yakni Lembang Pengkaruan Manuk dan Lembang Poton, Kecamatan Rindingallo,”terang Koordinator Lapangan Imanuel Dolli kepada awak media usai gelar aksi demonstrasi, Senin (31/07/2023).

Jadi kedatangan kami masyarakat Lembang Pengkaruan Manuk menuntut janji dari Perusahaan PT Brantas Prospek Energy untuk segera memperbaiki semua yang rusak. Surat usulan dari Lembang Pengkaruan Manuk sudah masuk ke Perusahaan PT Brantas Prospek Energy tapi sampai sekarang belum ada satupun yang di realisasikan dari Manajer atau Pimpinan perusahaan PT Brantas Prospek Energy,”ujar Imanuel Dolli.

“Saya selaku Koordinator Lapangan yang di percayakan masyarakat Lembang Pengkaruan Manuk menegaskan kepada pihak Perusahaan PT Brantas Prospek Energy untuk segera dan secepatnya memperbaiki semua tuntutan kami masyarakat, terutama saluran irigasi yang ke sawah. Tidak lama lagi kami masyarakat akan melakukan tanam bibit padi. Bagaimana mau menanam kalau sawah kering dan ada yang longsor,”ungkap Imanuel.

Disampaikan juga bahwa sebelum adanya PLTM Maiting Hulu – 2 yang di kerjakan oleh PT Brantas Prospek Energy di Lembang Pengkaruan Manuk, kami masyarakat tanam padi 3 kali, tapi dengan adanya PLTM ini, masyarakat hanya bisa menanam dua kali, itupun tidak maksimal hasilnya, ini disebabkan karena kurangnya air yang masuk ke sawah garapan masyarakat. Kalaupun ada air masuk kesawah kalau ada hujan datang, air sungai tidak masuk lagi ke sawah karena disebabkan saluran yang di buat oleh Perusahaan PT Brantas Prospek Energy,”tutur Koordinator Lapangan Imanuel Dolli yang juga Tokoh Masyarakat Lembang Pengkaruan Manuk.

Jadi kami tegaskan bahwa apabila dari Perusahaan PT Brantas Prospek Energy dalam waktu dekat tidak memperbaiki tuntutan masyarakat, maka kami akan datang yang lebih banyak lagi ke sini (red-Kantor PT Brantas Prospek Energy), tegas Imanuel Dolli, Senin (31/07/2023) (*)

Editor : Eno