News  

Sopir Truk Pengangkut Babi Di Toraja Utara Bantah Di Loloskan BIN

TORAJA TIMES.COM – TORAJA UTARA | Terkait beredarnya informasi adanya keterlibatan Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) yang meloloskan 4 truk pengangkut ratusan Babi masuk perbatasan atau pos Satgas Pencegahan African Swine Fever (ASF) di pos Kaleakan, Tondon Nanggala, dibantah oleh 4 orang pemilik truk yang mengangkut ratusan babi.

Keempat pemilik truk pengangkut ratusan babi melakukan klarifikasi melalui beberapa awak media di Kecamatan Tallungnglipu, Kabupaten Toraja Utara, Jumat (21/07/2023) Sore.

“Aris Batu Pare (37), Natan Tendengan (40), Ardi Manggiri (42) dan Nasrul (35) membantah bahwa tidak benar adanya Anggota BIN berinisial N yang meloloskan kami dari Perbatasan Palopo-Toraja Utara. Kami berempat yang langsung menerobos perbatasan. Memang sempat kami di periksa oleh petugas, tapi setelah itu kami langsung jalan masuk,”ucap Aris Batu Pare.

Disampaikan pula bahwa kenapa kami 4 truk paksakan masuk, itu dikarenakan adanya beberap truk-truk pengangkut ternak Babi yang juga bisa masuk ke Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, kok kami baru sekali ini mengangkut di halangi. Makanya kami ini langsung saja menerobos masuk. Dan tidak ada aparat yang terlibat. Baik dari BIN maupun dari anggota Kodim,”ucap Aris Batu Pare salah satu pemilik truk pengangkut ternak Babi.

“Jadi melalui teman-teman wartawan, kami berempat pemilik truk pengangkut Babi mau meluruskan atau klarifikasi adanya informasi bahwa Anggota BIN yang Inisial N dan Anggota Kodim terlibat itu tidak benar. Kami juga sudah di panggil Komandan Kodim (Pak Dandim) terkait hal ini. Dan kami sudah luruskan,”ungkap Aris Batu Pare mewakili ketiga rekannya.

Dengan terpisah, Wartawan Toraja Times.com menghubungi Komandan Kodim 1414 Tana Toraja Letkol Inf Monfi Ade Candra¬†melalui via selulernya mengatakan bahwa terkait adanya anggota BIN yang datang di pos Satgas Pencegahan African Swine Fever (ASF) di pos Kaleakan, Tondon Nanggala, Toraja Utara itu adalah bagian dari tugas pengawasannya dan tidak ada hubungannya dengan anggota Kodim 1414/Tator yang bertugas. Masing-masing punya tugas, BIN punya tugas sesuai fungsinya dan kami dari Kodim pun begitu,”jelasnya.

“Dandim juga menyampaikan bahwa dengan ada personilnya yang tidur pada saat penjagaan itu mereka sudah mengatur sistem penjagaan. Tidak benar 3 orang personilnya semua tidur. Mereka bergantian dalam penjagaan yang ada di pos Kaleakan.

Dijelaskan pula bahwa saya (red-Dandim) sudah memanggil 4 orang pemilik truk pengangkut ternak Babi siang tadi di kantor, dan ke 4 orang itu sudah meluruskan bahwa tidak benar adanya personil Kodim 1414/Tator yang tidur dan anggota BIN yang meloloskan mereka. Mereka sendiri yang memaksakan dan menerobos masuk setelah di periksa. Makanya saya cari dan panggil ke 4 pemilik truk,”pungkas Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Inf Monfi Ade Candra kepada Toraja Times, Jumat (21/07/2023) sore tadi. (*)

Editor : Eno