Usaha Berbuah Manis, Angka Stunting Kabupaten Toraja Utara Tahun 2023 Menjadi 28,7% atau Turun 5,4% dari 34,1% Tahun 2022

TORAJA TIMES.com – Toraja Utara | Usaha tak mengkhianati hasil. Itulah ungkapan yang pantas untuk Kepala Dinas P3AP2KB Toraja Utara, karena perjuangannya tak sia-sia bersama Timnya.

Kabar bahagianya dan kegembiraan bagi Dinas P3AP2KB Toraja Utara ketika mendampatkan informasi hasil dari pusat bahwa prevelensi stunting Kabupaten Toraja Utara turun 5,4% dari 34,1% Tahun 2022 menjadi 28,7% Tahun 2023. Ini berdasarkan data SSGI 2022 dan SKI 2023.

Ini membuktikan bahwasannya penanganan stunting di Kabupaten Toraja Utara bukan omongan semata. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara di bawah kepemimpinan Bapak Yohanis Bassang dan Bapak Frederik Victor Palimbong akan benar-benar berkomitmen menangani stunting dan membuat Kabupaten Toraja Utara nantinya ‘Zero Stunting’,”ucap dr. Lina Rombe di ruang kerjanya, Kamis (25/04/2024).

Atas capaian ini, dr.Lina Rombe selaku Kepala Dinas P3AP2KB Toraja Utara mengucapkan terimakasih atas peran seluruh pihak.
“Puji Tuhan, pertama saya ingin sampaikan terimakasih kepada tim yang sudah bekerja dengan baik sehingga dapat menekan stunting di kabupaten Toraja Utara yang kita cintai ini,” ujar Lina.

Tak lupa juga, ia mengapresiasi seluruh pihak atas kerja keras dalam menekan angka prevalensi stunting. Sekaligus ia menekankan kepada seluruh perangkat daerah agar tidak cepat puas atas hasil ini. Baginya, keberhasilan ini justru menjadi pemacu semangat untuk terus menurunkan bahkan menghilangkan kasus stunting di Kabupaten Toraja Utara.

Perihal ini, dr.Lina Rombe menyakini dengan keterlibatan semua pihak dan pemangku kepentingan, Kabupaten Toraja Utara bebas stunting akan mudah dicapai.

“Kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan di seluruh perangkat daerah, stakeholder dan bersama masyarakat. Termasuk melaksanakan langkah nyata untuk menekan dan menurunkan angka stunting bahkan membuat Kabupaten Toraja Utara zero stunting,” jelas dr.Lina kepada media Toraja Times di ruang kerjanya, Kamis 25 April 2024.

Program Pemerintah menuju Zero Stunting
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) fokus menekan angka stunting dengan berbagai program.

“Upaya penekanan stunting selaras dengan program Pemerintah Pusat yang menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14% (persen).

Untuk Kabupaten Toraja Utara, DP3AP2KB menargetkan tahun 2024 turun lebih maksimal lagi sehingga kita bisa capai “zero stunting”,”ucap dr.Lina Rombe.

Kepala DP3AP2KB, dr Lina Rombe menjelaskan bahwa kurang lebih ada 6 program prioritas untuk menekan angka stunting di Kabupaten Toraja Utara, diantaranya melakukan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) hingga memperkuat pentahelix, yang mana semua unsur terkait bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk menekan angka stunting.

“Tugas TPK ialah melaksanakan pendampingan kepada sasaran prioritas meliputi penyuluhan, fasilitasi, pelayanan rujukan serta fasilitasi penerimaan program bantuan sosial dan pengamatan berkelanjutan untuk mendeteksi dini faktor risiko stunting,” kata Lina.

Dia juga menyampaikan bahwa sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting, TPK memiliki peran penting karena pendampingan yang diberikan merupakan upaya agar segenap intervensi sepesifik dapat sampai kepada penerima manfaat, yang mempunyai dampak nyata dengan menurunnya angka prevalensi stunting.

“Ia juga menyebutkan bahwa tugas rutin mereka itu mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan dan baduta/balita. Seperti memastikan remaja putri rutin minum pil tambah darah, kemudian ibu hamil memenuhi kebutuhan gizinya, baik saat hamil hingga pasca salin ASI ekslusif dengan MPASI sehat dan terakhir ialah memantau perkembangan balita/baduta,” ungkap dr. Lina Rombe.

Untuk mengevaluasi kinerja TPK, DP3AP2KB Toraja Utara melakukan mini lokakarya tingkat kecamatan melalui pertemuan antara Camat, Lurah, Kader, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, LPM, dan OPD-OPD terkait.

Selain itu, lanjut dr.Lina Rombe bahwa pihaknya juga memaksimalkan kegiatan rembuk stunting untuk memastikan langkah penanganan stunting secara komprehensif.
“Ini upaya kita untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam penurunan percepatan stunting di Kabupaten Toraja Utara, seperti belum optimalnya 8 konvergensi keterpaduan sinergi program dan kegiatan,” ujarnya.

Adapun dalam rembuk stunting, pemerintah berkomitmen melaksanakan penurunan percepatan stunting, melaksanan upaya pencapaian target percepatan penurunan stunting baik melalui intervensi fisik dan sensitif hingga melakukan pendampingan dan melaporkan progres pelaksanaannya setiap tahun.

Selanjutnya, DP3AP2KB Toraja Utara akan menggelar diseminasi hasil audit kasus stunting. Dalam forum tersebut, dipaparkan hasil audit kasus stunting di Kabupaten Toraja Utara. Kemudian, seluruh pihak terkait berdiskusi tentang cara dan strategi untuk terus menurunkan kasus stunting, karena Pemkab menargetkan Kabupaten Toraja Utara menuju zero stunting,”tutur dr.Lina Rombe.

Ditambahkannya bahwa tentu semua upaya di atas tak akan berjalan apabila tak ada sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Untuk itu, penguatan komitmen akan kolaborasi pentahelix dalam upaya percepatan penurunan stunting sangatlah penting.

Jadi Kegiatan ini menjadi wadah forum peduli stunting yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, media, dan lembaga swadaya masyarakat dengan tujuan terbentuk koordinasi yang baik antar instansi,”pungkas Kepala DP3AP2KB Toraja Utara, dr.Lina Rombe. (*)

Penulis : Eno
Editor   : Rahmad