Atap Tribun Lapangan Bakti Ambruk, Kontraktor Bungkam, Bupati Toraja Utara Minta Perbaikan Seminggu
TORAJA UTARA, Torajatimes.com | Tribun lapangan bakti sebelah selatan Ambruk diterjal hujan ringan pada sabtu malam, 11 April 2026, sekira pukul 20.00 WITA. Atap ini ambruk diduga karena tak kuat menahan air hujan, yang volumenya cukup besar.
Dari pantauan media torajatimes.com dilokasi beberapa sambungan tiang pipa terlihat bengkok dan terlepas sehingga atap tribun terhempas ke tanah.
Sejumlah warga disekitar lokasi yang lagi minum sarabba sempat kaget mendengar atap tribun tiba-tiba ambruk.
Untuk diketahui bahwa proyek penataan lapangan bakti ini menelan anggaran sebesar Rp.1.798.889.373,- yang dikerjakan oleh CV. Karya Masero Abadi dengan Konsultan Pengawas CV. Resopa Dewata Konsultan. Sementara Konsultan Perencana CV. Grahi engineering consultant.
Robohnya atap tribun lapangan bakti diduga konstruksi yang tidak sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Karena SNI bertujuan untuk menjamin kualitas, keamanan, dan keselamatan serta kelestarian lingkungan.
Proyek Penataan lapangan bakti yang baru berumur 4 bulan ini dikerjakan sesuai kontrak tahun 2025 lalu dan selesai pada awal 2026 langsung ambruk (roboh). “Ini di duga karena adanya kesalahan konstruksi atau kesalahan pada perencanaan oleh pihak konsultan perencana,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya yang sempat melihat robohnya atap tribun.
Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Toraja Utara menganggarkan sebesar Rp.1,7 Miliar lebih, kok direncanakan asal-asalan. Ini terlihat dari tiang rangka atap tribun yang tidak memenuhi standar untuk pembangunan atap tribun lapangan bakti.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya, Minggu (12/4/2026) mengungkapkan bahwa pada kamis lalu saat angin puting beliung, ia mendapat laporan pohon tumbang di 9 titik, kerusakan atap di rumah penduduk dan kantor pemerintah serta adanya sling putus pada kanopi tribun lapagan Bakti.
Ia juga mengatakan bahwa untuk perbaikan kanopi sudah disiapkan material dan tukang. “Karena hujan, perbaikan belum sempat dilakukan dan beban bertambah karena air hujan tertahan di membran yang mengakibatkan rangka kantilever patah,” ujar Bupati Toraja Utara.
Lanjut Bupati Frederik Victor Palimbong menyampaikan bahwa robohnya atap tribun lapangan bakti Rantepao akan segera dilakukan perbaikan oleh pihak kontraktor. “Jadi dengan kejadian ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Bahakan Bupati memberikan waktu perbaikan sekitar seminggu saja sudah terlihat terpasang rapi dan tidak terjadi lagi,” ucap Frederik.
Bupati mengingatkan kepada pihak kontraktor untuk mengganti material yang lebih kuat dan tahan menahan beban, agar tidak terjadi hal serupa. Mengingat curah hujan dan cuaca yang tidak menentu. Kita tau sendiri beberapa hari lalu ada berapa pohon yang tumbang akibat angin kencang atau angin puting beliung,” pungkasnya.
Untuk diketahui bahwa redaksi media torajatimes.com sudah beberapa kali menghubungi melalui WhatsApp dan via telpon beberapa kali namun Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), pihak kontraktor dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga tapi tidak merespon dan sampai berita ini ditayangkan belum ada satu pihakpun memberikan keterangan terkait ambruknya atap tribun Lapangan Bakti Rantepao. (*)
Penulis : Eno
Editor : Redaksi/Rahmad

Tinggalkan Balasan