News  

Benarkah Ada Pemalsuan Data PPPK Kesehatan, RDP DPRD Toraja Utara : Ada Kekuatan Besar Yang Bermain dan Merekayasa

TORAJA TIMES.NET – TORAJA UTARA | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toraja Utara gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait laporan tenaga kontrak daerah pada Puskesmas Tallunglipu Dinas Kesehatan Toraja Utara yang namanya tidak lolos seleksi Kompetensi Pra-Sanggah pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara Tahun Anggaran 2022.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) di pimpin langsung Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama’ di dampingi Wakil Ketua DPRD Toraja Utara Samuel T.Lande dan Ketua Komisi I DPRD Toraja Utara Herman Pabesak dan anggota Komisi I DPRD membidangi Kesehatan dengan menghadirkan dua Kepala OPD yakni Kepala BKPSDM Toraja Utara Cornelia Untung Seru, Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara Elisabeth dan Kepala Puskesmas Tallunglipu.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) membahas terkait adanya dua tenaga medis di lingkup dinas kesehatan pada Puskesmas Tallunglipu yang namanya tidak lolos hasil seleksi PPPK Tahun 2022.
“Karena di rugikan, dua Tenaga Medis ini adalah Ariany Losong dan Adriana silfa yang melakukan pengaduan di Lembaga DPRD Toraja Utara sehingga DPRD menggelar RDP dengan menghadirkan 2 Kepala OPD.

“Ariany Losong dan Adriana silfa sudah mengabdi selama 7 Tahun, mulai Tahun 2010 di Puskesmas Tallunglipu dan tidak lolos seleksi PPPK Tahun 2022 karena ada dua tenaga medis dari Rumah Sakit Pongtiku yang pindah ke Puskesmas Tallunglipu dengan mengambil afirmasi (surat pernyataan) yang di indikasi melakukan pemalsuan data sehingga di buatkan rekomendasi dan di tandatangani oleh Kepala Puskesmas Tallunglipu.

Kedua tenaga medis yang lolos PPPK Tahun 2022 di duga melakukan pemalsuan data dengan membuat surat pernyataan bahwa sudah mengabdi selama 8 Tahun 11 Bulan sebagai tenaga medis di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara.

“Akibat dengan adanya dua tenaga medis yang di duga melakukan pemalsuan data, maka Ariany Losong dan Adriana silfa di rugikan dan mengajukan keberatan, baik pada BKPSDM Toraja Utara, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tallunglipu dimana Ariani dan Adriana bertugas saat ini.

Ketua Komisi I, Herman Pabesak mengatakan bahwa sudah keliru yang di lakukan oleh eksekutif dalam hal ini BKPSDM dan Dinas Kesehatan, jadi saya tegaskan bahwa kekuatan besarpun kami akan lawan siapapun dia.
dalam wakti dekat ini kita akan ambil sikap,”tegasnya.
“Kami Komisi I, tegas dan keras, karena ini untuk kepentingan masyarakat,”tutur Herman.

Disampaikan pula Ariadi Gala selaku anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan bahwa dengan melihat hal ini dan dari penjelasan Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas bahwa ini ada Kekuatan Besar yang bermain di belakang ini,”pungkasnya.

Dijelaskan pula JK. Tondok yang juga anggota Komisi I, dengan nada yang lembut mengatakan bahwa ini ada rekayasa dan permainan.

“Hal yang berbeda di sampaikan Israel Makole yang juga anggota Komisi I dengan mengusulkan solusi untuk meminta maaf dengan adanya kesalahan dan untuk kedua TKD ini menerima hal ini, dalam artian kedepan memprioritaskan kedua TKD ini.

RDP yang di gelar DPRD Toraja Utara tidak ada titik temu, karena kedua tenaga medis Ariany Losong dan Adriani Silfa yang di rugikan belum mau menerima sehingga mereka masih pikir-pikir apakah masih terus melanjutkan aduannya ini di Lembaga DPRD ataukah akan meneruskan ke aparat hukum dalam hal ini Kepolisian,”ucap kedua tenaga medis ini saat di wawancara khusus oleh sejumlah wartawan usai RDP. (*)

Penulis : Eno
Editor  : Oki