News  

Ibadah Perayaan Akbar 110 Tahun IMT, Mengambil Tema “Injil Memulihkan dan Meneguhkan Untuk Menjadi Terang”

TORAJA TIMES.NET – TANA TORAJA | Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya “(Roma 1:16). Perkataan firman Tuhan ini telah terbukti di Toraja dan di dalam diri orang Toraja.

“Hari Ini Maret Tahun 2023, Gereja Toraja akan akan merayakan seratus sepuluh tahun Injil Masuk Toraja (IMT), yang ditandai dengan momen awal, yaitu baptisan pertama, 9 Maret 2023, di Makale.

Rangkaian acara menyambut perayaan 110 tahun Injil Masuk Toraja telah di rancang oleh Panitia. Beberapa di antaranya adalah pertemuan-pertemuan reflektif di beberapa tempat di Indonesia guna menjaring partisipasi dalam acara ibadah Syukur Ini.

Ibadah Raya I Perayaan Injil Masuk Toraja hari ini digelar Panitia perayaan 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT) di Panggung kolam Makale serta Pelataran Area Pasar Seni Tana Toraja, Kamis (09/03/203) Pagi.

Ibadah yang dihadiri oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja Pdt.Dr.Alfred Anggui, M.Th, Ketua Panitia Perayaan 110 IMT Djekson Mari, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Ketua dan Anggota DPRD Tana Toraja Welem Sombolangi’, Kejari Makale Tana Toraja dan Kedua mantan Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt. Suleman Batti, serta Pdt. Musa Salusu, juga dihadiri Denominasi lainnya. Pemuka Agama Dari Kepercayaan yang ada di toraja.

Ibadah berlangsung meriah dan teduh, yang dihadiri ribuan warga dan dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Perayaan 110 Tahun IMT, Djekson Mari.

Dalam Ibadah ini, dilangsungkan Pembaptisan puluhan bayi dari berbagai anggota jemaat Gereja Toraja (Tana Toraja dan Toraja Utara).

Ketua Umum BPS, Pdt. Dr.Alfred Anggui, M.Th pada Media Ini Mengatakan, Perayaan 110 Tahun IMT merupakan sebuah perayaan Akbar atau pesta iman seluruh warga Gereja Toraja bahkan seluruh masyarakat Toraja dimanapun berada.

“Tentu seluruh masyarakat Toraja dimanapun berada masih ingat momentum 10 tahun yang lalu, yaitu Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Toraja dimana perayaan tersebut menjadi sebuah momentum Akbar untuk mengingatkan kita semua tentang sejarah masuknya Injil ke Toraja.

“Perayaan 110 IMT ini melibatkan seluruh masyarakat, semua tokoh agama, melibatkan semua generasi dan harus berdampak untuk semua masyarakat tanpa kecuali” ucap Pdt. Alfred Anggui

Senada disampaikan Ketua Umum Panitia 110 Tahun IMT, Djekson Mari bahwa Perayaan 110 Tahin IMT mengangkat Tema ” Injil Memulihkan dan Meneguhkan Untuk Menjadi Terang” (Yesaya 58:8). Sebuah tema dari Perayaan 110 IMT, jiwa dari tema tersebut akan kita tuangkan dalam 10 Gerakan yang merupakan program Panitia 110 IMT, diantaranya:
1. Ibadah Raya I
2. Pekabaran Injil
3. Peningkatan Pendidikan
4. Layanan Kesehatan
5. Pemberdayaan Ekonomi Kreatif
6. Aksi Sosial.
7. Renovasi Makam dan Museum Van de Loosdrecht, sekolah dan gereja
8. Lomba Kreatif bagi anak dan pemuda
9. Malam Gembira
10. Ibadah Raya II (Dua)

Salah satu gerakan sosial yang akan dilaksanakan dalam perayaan ini adalah membersihkan objek Wisata Buntu Singki’ dan pembenahan kuburan serta museum A.A. Van The Loostrecht serta renovasi rumah sebanyak 110 rumah yang dilaksanakan di sekitar wilayah 1 Tana Luwu, Wilayah 2 Rantepao dan Wilayah 3 Makale melalui koordinasi BPSW dan Klasis serta jemaat. Renovasi rumah ini tidak hanya bagi warga Gereja Toraja tetapi lintas denominasi dan lintas agama.

“Selain itu, kita juga akan memberikan bantuan serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif bagi saudara-saudara kita kaum Difabel.

Momentum ini benar-benar akan menjadi sebuah gerakan berbagi nilai Injil kepada banyak orang karena Injil telah hidup di Toraja dan Injil sudah dinikmati oleh seluruh masyarakat Toraja.

“Oleh karena itu, panitia tidak melakukan ini sendiri tetapi juga melibatkan banyak orang. Kami percaya ada begitu banyak orang yang sudah menikmati Injil dan ingin menyatakan kerinduan dan syukurnya untuk juga bisa menjadi agen pemulihan dan terang bagi semua orang.” Tutup Djekson Mari. (*)

Penulis : Eno
Editor  : Oki